Tampilkan postingan dengan label cerita hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

kembali menata hati

.case closed.

Akhirnya terselesaikan juga. Yang dicari sudah ditemukan. Sudah didapatkan kesimpulan. Tak ingin terulang seperti sebelumnya. Berantakan. Kacau. Bingung. Marah. Kecewa. Siapa yang ingin menghadapi ha itu lagi? tak ada kurasa. Bahkan aku pun enggan.

Rintik hujan perlahan turun, dan semakin deras. Aku terduduk kaku di sofa ruang depan. Semakin gelap seiring mendung yang menutupi mentari siang ini. Menghela nafas panjang, bersamaan dengan hujan yang terus menetes. Setetes demi setetes air mata mengalir. Terasa hangat mengalir.

Akhirnya teriakan itu pun berubah menjadi air mata. Tetap tak ada kata yang terucap. Hanya tetesan demi tetesan yang berbicara untuk semuanya.

Inilah penyelesaiannya. Cukup sudah sampai disini.

Mereka bilang belum saatnya aku menata kembali hatiku. Masih terlalu rapuh, pasti akan lebih mudah hancur, begitu menurutnya.

Tapi tak bisa selamanya aku terjatuh seperti ini. Detik waktu tetap berjalan, enggan untuk menungguku hingga cukup kuat. Maka aku yang menerima tantangan waktu, aku yang akan mengejar waktu, bukan meminta waktu menungguku. Itu pilihanku.

Ku raih satu per satu kepingan yang tersisa. Mencoba untuk mengumpulkannya kembali dan menyatukannya. Kemudian berusaha mengisi kekosongan yang tertinggal. Hingga aku bisa merasakan hal yang sama laagi seperti sebelumnya.

Ini sulit?
iya-tapi aku tetap melakukannya.

Aku tak bisa selamanya disini.
Aku punya inginku. Aku punya hidupku.
Akan kulakukan dengan caraku

Sebelumnya aku bisa mengumpulkan kepingan itu, saat ini aku pun pasti bisa. Tapi aku tak pernah ingin merasakan hal seperti ini lagi. Karena aku tau, saat itu terjadi aku takkan bertahan lagi.

Semua orang punya batasannya masing-masing.
"hujan..tutupi air mata..alirkan semua kesedihan..aku ingin kembali menata hati, setelah semua terselesaikan, biarkan aku memulai lagi...mungkin belum saatnya untuk mulai, tapi aku berusaha menguatkan diriku sendiri. tak selamanya aku bisa jadi seperti ini. aku punya inginku sendiri. aku punya hidup yang harus dijalani. karena waktu takkan menanti" -aristory-
Maret 2011

Senin, 21 Maret 2011

rintihan? aku rasa ini teriakan yang tak bersuara...

hmm..entah harus mulai darimana untuk menuliskan cerita. Semua berjalan begitu saja. Semua yang terjadi membuatku seakan tak menikmati waktu lagi. Bahkan aku seperti lupa bagaimana jarum jam berdetak di setiap detiknya, lupa bagaimana rasanya hembusan angin di kala pagi dan senja dalam perjalanan itu. Semua terasa sama. Tanpa arti.

Dalam sendiri, teringat penggalan kalimat yang tlah lama terucap dari bibirku;
"Lebih baik aku di hajar berkali-kali, ditampar, dipukuli, diinjak-injak. Aku akan mampu bertahan dengan itu. Tapi, sekali aku dibohongi, aku akan hancur seketika. Dunia serasa runtuh. Aku tak mau merasakan hal itu lagi. Cukup. Tak pernah ada yang tau bagaimana menyembuhkan luka di hati, bagaimana menghentikan air mata yang tak terlihat."

Luka fisik memang selalu lebih menyenangkan.

Dan bagaimana caranya percaya kembali pada orang yang tlah berbohong? Satu kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan lain dan diikuti kebohongan lainnya untuk menutupi kebohongan. Dan ketika pada akhirnya, segala kebohongan itu dibuka oleh satu kejujuran, yang akan membuka kejujuran lain dari rangkaian kebohongan yang ada.

Terkadang kejujuran memang menyakitkan.

Tapi itu jika kejujuran pada awal, bukan akhir.

Bukankah itu akan terasa sangat menyakitkan? berkali-kali mengetahui yang pernah dirimu percayai hanyalah sebuah kebohongan belaka. Bahkan mungkin semua rangkaian peristiwa itu hanya sebuah kebohongan.

Harapan, Keinginan, Doa, semua seakan runtuh dalam satu hitungan.

Bereaksi marah? Marah takkan pernah menyelesaikan masalah.
Tapi kenapa marah tak kunjung usai dirasa setelahnya?. Diri ini pun ingin hilang dari rasa itu.
Mengapa selalu tersisa pedih yang diriku sendiri bingung bagaimana menghadapinya. Diam? Kemudian menangis? Air mata yang berubah menjadi darah mungkin tak bisa mengubah semua.
Apa yang aku tangisi? Ketidakjujuranmu? atau aku menangisi diriku sendiri yang terkurung dalam kebingungan. Menangisi segala ketidakberdayaanku.

Tapi butir air mata tak pernah menetes.

Merintih? bukan
Aku rasa ini teriakan yang tak bersuara..
dan aku kembali dalam sendiri
sunyi

berusaha mengumpulkan asa
atau akan terpuruk lagi pada akhirnya

.aristory.

Rabu, 16 Maret 2011

Senin, 07 Maret 2011

.: ketika kata "cinta" :.


Saat kata cinta menuliskan kisahnya dalam lembar hidupku
Dan ia tuliskan kisah tentang kita
Saat hati dan fikir ku hanya padamu
Aku tak kuasa mengelak
Aku tak bisa menolak

“hati ini hanya untukmu”
Itu satu janji pada diriku sendiri, itu untukmu

Apa dirimu pernah dengar mengenai
“ tak semua yang kita ingin bisa terpenuhi”
Pernahkah?
Dan tahu kah dirimu? Kalimat itu terus membayang dalam benakku

Kita tak bisa melawan waktu
Kita tak bisa menantang semua
Saat kata restu belum ikut menulis bersama kata cinta
Cerita tentang kita takkan bisa sempurna

Saat aku tahu itu,.saat aku tersadar
“aku belum bisa bersamamu saat ini, walau aku sangat ingin”
Teringat kalimat yang pernah ku tanyakan padamu, apa kau pernah mendengarnya?
“ tak semua yang kita ingin bisa terpenuhi”
“ tak semua yang kita ingin bisa terpenuhi”
“ tak semua yang kita ingin bisa terpenuhi”
Dan itu terjadi,.tak semua yang kita ingin bisa terpenuhi

Mungkin belum saatnya
Mungkin waktu akan merubah segalanya
Mungkin waktu bisa membuat kata restu ikut berkisah tentang kita
Dan kisah cinta kita akan sempurna

“waktu akan merubah segalanya”
Mungkin waktu juga bisa merubah rasamu pada diriku
Merubah makna kata cinta dalam hidupmu atau milikku yang kini ada

“tak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti, bahkan di satu detik selanjutnya”
Bimbang
Resah

Adakah nanti cinta akan tetap sama?
Haruskah ku tunggu waktu menjawab tanya?
Atau haruskah hati ini menghapus segala yang ada?

-aristory- 25jan2010 19:21

Selasa, 30 November 2010

November Rain

Akhir dari November tahun 2010. :) tak terasa kenangan akan November itu sudah berlalu 2 tahun lamanya. Seakan baru bulan November ditahun ini semuanya terjadi, penghianatan, kebohongan, dan rasa sakit yang terasa sangat dalam.

.:November 2008:.

Kebohongan yang aku tlah ketahui dari awal :) hingga aku bisa bertahan selama itu. Banyak yang bertanya kepadaku, "mengapa dirimu bertahan? padahal kamu sudah mengetahui seberapa besar kebohongannya". Senyumku yang menjawab pertanyaan itu dan diam kemudian sikapku. Aku hanya ingin mengetahui sejauh mana ia dapat bertahan dalam kondisi seperti itu, sejauh mana dirinya tega menyakiti beberapa hati sekaligus.

Sudah tak terhitung berapa kali kebohongan yang dirinya sampaikan, entah mana yang terjadi dan tidak. Semua menjadi semu, tak jelas jejaknya. Ingin sekali diri ini mengetahui apa yang dia inginkan, sehingga dia seperti ini.

Aku pun mulai mundur, dan ku utarakan hal itu padanya. Dirinya tak menerima, dia mengangis di depanku. Entah airmata apakah air mata itu tanda kesedihan atau kebohongan juga. Semu. Namun tak berlangsung lama, hanya berselang beberapa bulan dihancurkannya lagi kepingan harapan yang aku bangun sendiri, setelah dia hancurkan saat dia berbohong untuk pertama kalinya.

Tak ada airmata untuknya :)
karena semua memang sudah berakhir sejak awal, sejak aku tau ada hati yang lain yang dia berikan harapan untuk dijaga selamanya.

dan dia pun pergi..
begitu pula aku..

Suatu hari pernah dia menghubungiku, isak tangis dan nafas berat yang aku dengar darinya
entah apa yang terjadi

semenjak itu, tak pernah ada kabar darinya lagi :)

dan saat kita betemu lagi,.
kita akan duduk bersama,
tertawa bahagia,
menceritakan kisah hidup kita yang lebih bahagia,. :)
-tak ada luka, tak ada duka, tak ada airmata,. :')-aristory

dan hujan di bulan November menutupi airmataku.. airmata yang tak pernah menetes
dan kini semua ceritaku tak ada lagi tentangmu,.
tak ada lagi tentang kita...

Cause nothin' lasts forever
And we both know hearts can change
And it's hard to hold a candle
In the cold November rain
November Rain- GUNS N ROSES
30 November 2010 20:53
aristory

Senin, 18 Oktober 2010

seorang kakak laki-laki untuk adik perempuan

Bekasi,.02 April 2010
21:55 WIB

...dirimu menjadi pedoman dan penyemangatku selalu...


"enak ya punya kakak cowo?"
pertanyaan itu yang sering terdengar dari beberapa temanku,.
beberapa dari mereka,.menganggap memiliki seorang kakak laki-laki itu menyenangkan,.
karena sebagai adik perempuan, tentunya akan lebih disayang,dimanjakan dan diperhatikan serta di jaga oleh sang kakak,. :)

humm..
memang ga salah c,.walau terkadang tetap saja bertengkar,.hehe>>tampaknya itu wajar bila ada pertengkaran kecil..
tetapi punya seorang kakak laki-laki itu memang menyenangkan :D
tapi bukan karena lebih dimanjakan atau dijaga =.=*
>>kakak saya tampaknya tidak memanjakan saya semenjak pergaulan kami berbeda..

saya anak kedua kebetulan saya dilahirkan sebagai seorang perempuan dan kakak saya kebetulan seorang laki-laki,.hehe :)
karena waktu itu ikut ppa dinas di luar tanah kelahiran,.makanya saya lebih sering bermain bersama kakak saya yang satu itu..
umur kami ga jauh beda,.sekitar 5 tahun..
jadi,.kami masih sering bermain bersama :)

dia seorang kakak yang baik,.
rela mengalah buat aku,.hehe ^^V walaupun sering timbul pertanyaan : "kenapa kakak selalu ngalah?" hehe,.>>aku jga ngerasain kok mas sekarang gimana rasanya mengalah :p

:) selalu ngejaga dan nemenin aku..
apalagi pas pindah ke bekasi dan belum kenal banget sama temen-temen disini,.
karena ppa harus dinas dan ibu mengajar di Jakarta dari pagi hinga sore,.aku jadinya cuma berdua aja di rumah..padahal waktu itu aku kelas 1 sd dan kakak kelas 5 sd
jadinya lebih sering berdua dirumah..

inget taq? pulang sekolah selalu pulang bareng, ato ga ku nunggu di depan kelas sampai kakak pulang,.karena kelas 1 pulang lebih awal,.hehe

tapi setelah kakak masuk smp dan pindah sekolah,.semuanya mulai jadi beda
pergaulan n temen-temennya beda..
kita jdi punya jalan masing-masing,.
:) kakak sama temennya dan aku sama temen-temen sebayaku
dan disini, aku mulai mengerti bahwa kakak punya dunianya sendiri dan aku juga
walau kadang jadi ngerasa sedih dan kehilangan sosok seorang kakak,.hehe>>jeles sama temen-temennya n ngerasa ga diperhatiinn>>>bocaaaaaaaaaaaaaah banget! :p

...

kebersamaan itu memang sangat menyenangkan
tetapi..
hal ini berdampak sama pergaulan dan cara berpakaian, dan lain-lain,.haha
aku jadi lebih mudah untuk mengerti sosok laki-laki daripada perempuan,.hehe
karena dari kecil selalu sama kakak laki-laki dan cukup dekat juga sama beberapa temennya,.n di sekolah dasar (SD) juga lebih sering main sama temen yang cowo .. XD hha

dari cara berpakaian juga terpengaruh,.
aku lebih suka memakai kaos cowo n pake baju yang longgar,.
karena baju cewe mayoritas ngetat dan kecil ukurannya..>>> =.=* jadi ngerasa ga begitu nyamaaann

tapi itu akan berubah seiring berjalannya waktu dan proses pendewasaan yang aku lewati
duniaku saat ini dipenuhi oleh para wanita :) dan itu membawa perubahan yang cukup untukku..
terimakasih sekali untuk teman-teman :D

selain itu,.wanita, se"lelaki" apapun dia,.masih tetap menyimpan naluri sebagai seorang wanita dan sebagai seorang ibu :)

...

"punya kakak cowo kan enak, bisa di anter jemput"
hehe,.tampaknya pernyataan ini ga berlaku untukku.. XD

ppa dan kakakku jarang banget anter-jemput,.kecuali memang ga bisa sendiri atau ada hal lain yang tidak bisa aku lakukan,.pokoknya cuma untuk KASUS SPECIAL..hehe

biarpun aku punya kakak laki-laki,.
dia selalu ngajarin aku untuk bisa mandiri :)
bagaimanapun, kita ga bisa bergantung sama seseorang,.

...

terimakasih
tlah menemaniku disaat aku tak tahu harus bermain dengan siapa
menjadi kakak yang menginspirasi dan memberikan semangat
menjadikanku mandiri
mengajakku bermain layang-layang
mengajari bermain sepatu roda


disaat kita dewasa nanti,.
kita akan kembali duduk satu meja dengan ppa-ibu-ade, pasangan hidup dan anak-anak kita
menceritakan kisah yang takkan ada habisnya
tentang persaudaraan
tentang berbagi
tentang pelajaran dari pengalaman hidup

terimakasih tlah menjadi kakak :)

*maaf belum bisa jadi adik yang baik,.hhe :p

aristory

Kamis, 10 Juni 2010

detik terakhir; bahkan dalam mimpi pun, aku mengakhiri cerita ini

"..bahkan dalam mimpi pun, aku sudah mengakhiri cerita ini.."
-aristory-

Semua terasa begitu nyata,.dinginnya udara, dinginya kursi dan meja besi itu, aroma musim dingin yang khas, dan kegundahan hati yang terasa. Aku duduk di kursi besi dingin, di pelataran sebuah cafe, pada musim yang dingin itu. Entah kapan dan sudah berapa lama aku disana, dan yang aku ingat, saat itu adalah hari terakhir dari kunjunganku. Entah kenapa aku menghubunginya di saat terakhir.

Pesan singkat yang ku kirimkan benar-benar singkat. "aku lagi disini, bisa keluarkah?" , dan dia membalas dengan kalimat seakan tak percaya aku sedang berada di tempatnya saat ini, ribuan kilometer jauhnya dari rumah. Beberapa saat setelah itu , aku melihatnya keluar dari gedung, dengan pakaian yang cukup tebal serta senyumnya yang khas. Menghampiriku yang tengah menunggu.

"Lagi ngapain disini?' tanyanya heran, "Ketemu kamu" jawabku singkat. Tak kusadari aku tersenyum saat itu, yang aku tahu dia tiba-tiba tersenyum seolah membalas senyumanku yang spontan. " Aku pulang hari ini" tak sanggup ku tatap matanya saat kalimat ini ku ucapkan, dan setetes air mata terasa mengalir hangat di udara yang dingin itu dari kelopak mataku.

Tanpa ada kata yang terucap lagi dariku dan sebelum dia bertanya, aku menyerahkan sebuah bingkisan kecil yang sudah aku siapkan, mencoba untuk tetap tersenyum saat menatapnya. "Ayo berfoto" katanya,.dan aku pun mengangguk, tanda setuju. Sudah sangat lama kami tidak berfoto bersama, mungkin 3 tahun yang lalu, saat terakhir bertemu dengannya.

Mungkin foto itu akan jadi kenangan terakhir, dan aku pun kembali ke tempat di mana seharusnya aku berada. Perlahan aku melangkah pergi, menjauh, dan memegang sebuah buku catatan yang pada akhirnya tak aku serahkan kepada dirinya. Biarlah kalimat yang pernah tertulis didalamnya dan smua kenangan yang ada didalamnya ku simpan sendiri. Tak ingin memberatkan dirinya.

Berjalan menuju taxi, langkahku terasa berat, nafasku sesak. Ku akhiri kisah ini, dengan air mata yang entah kenapa mengalir begitu saja dari kelopak mataku, seakan ingin melepas semua gundah, melepas semua kenangan begitu saja..aku pun melangkah pergi, tak menoleh.

"aku pergi, terimakasih untuk segalanya..."

Tersadar dengan kepala yang sedikit pusing, kurasakan mataku basah. Sejenak ku hela nafas panjang, bahkan dalam mimpi pun, aku sudah mengakhiri cerita ini, menghapus harapan, dan melangkah pergi dalam kesendirian..

Usap air matamu, dekap erat tubuhku,
Tatap aku, sepuas hatimu..
Nikmati detik demi detik,
Yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi..
Hirup aroma tubuhku,
Yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu, gundahmu..
Nyanyikan lagu indah, sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali..
Nyanyikan lagu indah tuk melepasku pergi dan tak kembali..
-Detik terakhir; Lyla-

Minggu, 04 April 2010

waktu

..waktu takkan terulang, bahkan jika air matamu berubah menjadi darah...


aristory..4 April 2010

16:56


Berapa banyak waktu yang sudah ku sia-siakan hari ini?

sangat banyak :( dan aku sangat sedih akan hal itu...


entah kenapa hari ini aku merasa sangat lambat dalam melakukan suatu hal,.

rasanya raga ini enggan untuk melangkah dengan cepat..

letih..perih..

hanya rasa itu yang ku rasakan hari ini..


apakah raga ini sudah letih?

jiwa ini perih?

atau hanya sekedar rasa jenuh yang memenuhi pikiran ku?

atau rindu yang tak tersampaikan


ingin mengulang waktu,.

memanfaatkkan dengan sebaik mungkin,.

melakukan hal-hal yang menantang..


"melewati kembali kebersamaan yang telah hilang.."

mungkin ini alasan terkuat ku..mengapa diri ini sangat ingin mengulang waktu

rasa rindu itu yang menusuk dada,.seakan menekan paru-paru

sesak


jika waktu bisa di ulang

aku ingin menceritakan banyak kisah padamu

mengatakan kalimat yang belum aku sampaikan padamu..

sebelum dirimu pergi untuk selamanya..



.miss you so much

.ari


...dan biarkan waktu pula yang membawa rindu ini kepadamu...

biarkan air mata yang berubah menjadi hujan

angin yang berhembus kencang

menyampaikan padamu

bahwa disini

"aku rindu"

kamu